Postingan

Kangen SMA

Gambar
Dikala yang lain udah sibuk dengan dunia baru nya, gue masih aja buka blog dan nulis2 teu jelas kabeh. Eh kebuka blog temen. baca baca postingannya tentang SMA. Aaaaaaaaaa kudu pie iki. Kangen banget banget bangettt. Kangen SMA. Kangen temen temennya. Meskipun cuma bertemen deket pake banget sama nopih, tapi kangen semua terutama asabala. Sekelas dua tahun. Temen-temen ter ter ter ya gitu. Seru. Kangen dateng subuh2 buat pemantapan. Kangen gabut di kelas. Kangen tidur pas guru ngajar. Kangen becanda2, nyanyi2 bareng di kelas. Kangen semuanya. Kangen konfliknya juga. Lucu lucu. Kangen kelas yg kaya gudang juga. Kangen deh. Kangen semua asabala. Dari yang deket sampe yang ga deket. Kangen juga sama karate. Gatau lah gue doang kali yg kangen karate. Kangen maen sama temen2 karate. Kalo latihan yang dateng bisa diitung pake jari, kalo udah lomba, sampe mobil sekolah aja ga cukup. Kalo abis latihan, suka duduk ngelingker trus diceramahin sama kak ikin dan gue suka marah2 karna jarang yan...

Sudahlah. Berhenti.

Kalau ada yang lebih menyakitkan dari patah hati, pastilah menunggu yang sudah jelas tidak akan datang. Bodoh. Sangat bodoh. Membiarkan nya mengalir. Mengaliri seluruh tubuhmu dengan kesakitan. Kamu yang membiarkannya. Kamu yang menyakiti dirimu sendiri. hey bodoh. Suruh pergi dari tubuhmu, hidupmu. Hentikan kebodohan ini. Ini tidak masuk akal. hentikan semua nya. Berhenti jadi orang bodoh. Dirimu lebih berharga daripada dirinya. Yang tak akan datang tidak usah ditunggu. Tak usah pula membayangkan kedatangannya. Berhenti jadi orang bodoh. Setia tidak seperti ini.

Sinopsis

aku tak ingat semua bermulai dari mana. Tapi aku ingat saat semua menjadi terang. dia datang. Dengan sejuta kisah baru dia merangkulku untuk bangkit. Membantuku berdiri dengan kedua kakiku. Menemaniku melalui masa-masa sulit itu. Mengganti semua kepahitan menjadi semanis gula jawa. Perlahan namun pasti. Semua kisah akan menjadi kenangan. Meningggalkan kisah baru menjadi masa lalu. Hanya kenangan. Harusnya tak berarti apa-apa kalau saja perasaan itu tidak ada. Aku telah bangkit dari keterpurukanku. Aku telah berdiri kokoh dengan kedua kakiku. Aku berdiri sendiri. Tapi, salahkan aku yang ingin terus ia temani? ini bukan kisah dongen dengan akhir bahagia. Ini kisahku. Posted via Blogaway

Sore ini

Sore ini hampir sama seperti sore-sore lainnya. Gue duduk didepan tv sambil nemenin nyokap late lu nch . Tapi tiba-tiba mendadak keadaan berubah. Jantung gue hampir copot gara-gara ini. Delapan belas tahun meeen hal ini nggak pernah disinggung sedikitpun. NGGAK PERNAH SEDIKIT PUN!! Saat acara tv berubah jadi acara iklan, flappy bird time saatnya dimulai, dan percakapan itu dimulai. "Sha, mas ini pacarnya udah lulus kuliah, trus nanti habis mas ini dapet kerja langsung disuruh nikahin pacarnya sama bude" Mata gue masih terpaku sama flappy bird gue yang nyusruk melulu. "Pacarnya udah lulus, tapi mas ini nya belom ya sha" nyokap nambahin. "Ya iyalah ma, kan pacarnya kuliah apaan, mas ini kuliah apaan." Akhirnya gue buka suara karna flappy gue nyusruk lagi. "mba itu pacarnya beda agama haha" nyokap lanjut ngebicarain adiknya si mas ini yang notabene seumuran sama gue. "Belom pacaran tau ma" gue inget bude gue pernah cerita tent...

Mungkin

Telah lama tak ada lagi bisikan nama dia yang ku bisikkan pada-Nya. ia datang. Kedatangannya membuat aku kembali membisikkan namanya pada-Nya. Tapi lihat. ia pergi lagi. Mungkin ini jawaban, atau mungkin ini teguran, bahwa Dia tak mengizinkan.

***

Kenyataannya, kita hanya akan selalu menyesal. Setelah hal yang terlewat, seberapa sempurna pun, penyesalan itu pasti ada, sekecil apapun itu. hanya sebuah renungan yang terjadi setelah penyesalan datang. beberapa mungkin ingin mengulang waktu. Tapi sayang, alat pengulang waktu tak pernah diciptakan. Tahukah kamu mengapa mata diciptakan di depan bersama mulut dan hidung? Karna kita harus melihat ke depan, melihat masa depan, memperbaiki yang di belakang dengan bantuan mulut yang tak bisa menarik kembali ucapan, dan hidung yang tak berhenti bernapas membantu mulut untuk berucap juga membantu mengalirkan udara ke mata agar tetap terbuka.

Ilusi

Ketika mencintaimu hanyalah ilusi, cinta yang ku punya hanya seonggok harapan dan dirimu hanya sebatas impian. Semua mimpi berwarna hitam putih, terkadang abu-abu persis seperti bayangan. Kau hanya sebuah bayangan yang tak dapat ku sentuh. Jikapun aku menyentuh, bukan banyangan yg tersentuh, hanya benda lain yang ku sebut awang-awang. Kau adalah angan-angan yang tak dapat ku raih. Seberapapun aku berlari kencang, seberapapun aku mencoba melawan, kau berada jauh di depan. Ketika aku mencari jalan lain, jalan yang sama denganmu, dipersimpangan kita akhirnya bertemu. Namun, sekali lagi aku tak dapat meraihmu. Kau memilih jalan yang berbeda. Masih di persimpangan aku melihat kau berlalu. Hingga akhirnya aku kembali menyadari, mencintaimu hanyalah ilusi dan rasa cintaku hanya sebatas narasi.